Kamis, 13 Desember 2012

Kontribusi Psikologi terhadap Pendidikan

Kontribusi Psikologi terhadap Pendidikan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.

1. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Pengembangan Kurikulum.

Kajian psikologi pendidikan dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum pendidikan terutama berkenaan dengan pemahaman aspek-aspek perilaku dalam konteks belajar mengajar. Terlepas dari berbagai aliran psikologi yang mewarnai pendidikan, pada intinya kajian psikologis ini memberikan perhatian terhadap bagaimana in put, proses dan out pendidikan dapat berjalan dengan tidak mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian peserta didik.

Secara psikologis, manusia merupakan individu yang unik. Dengan demikian, kajian psikologis dalam pengembangan kurikulum seyogyanya memperhatikan keunikan yang dimiliki oleh setiap individu, baik ditinjau dari segi tingkat kecerdasan, kemampuan, sikap, motivasi, perasaaan serta karakterisktik-karakteristik individu lainnya.

Kurikulum pendidikan seyogyanya mampu menyediakan kesempatan kepada setiap individu untuk dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya, baik dalam hal subject matter maupun metode penyampaiannya.

Secara khusus, dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini, kurikulum yang dikembangkan saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi, yang pada intinya menekankan pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.

Dengan demikian dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, kajian psikologis terutama berkenaan dengan aspek-aspek: (1) kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks; (2) pengalaman belajar siswa; (3) hasil belajar (learning outcomes), dan (4) standarisasi kemampuan siswa

2. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Pembelajaran

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti : teori classical conditioning, connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitif dan teori-teori pembelajaran lainnya. Terlepas dari kontroversi yang menyertai kelemahan dari masing masing teori tersebut, pada kenyataannya teori-teori tersebut telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam proses pembelajaran.

Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :
1.Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan
2.Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
3.Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
4.Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
5.Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan.
6.Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7.Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
8.Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
9.Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar t.ujuan-tujuan lain.
10Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
11.Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
12.Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.

3. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Penilaian

Penilaiain pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan guna memahami seberapa jauh tingkat keberhasilan pendidikan. Melaui kajian psikologis kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pendidikan atau pembelajaran tertentu.
Di samping itu, kajian psikologis telah memberikan sumbangan nyata dalam pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama setelah dikembangkannya berbagai tes psikologis, baik untuk mengukur tingkat kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya.Kita mengenal sejumlah tes psikologis yang saat ini masih banyak digunakan untuk mengukur potensi seorang individu, seperti Multiple Aptitude Test (MAT), Differensial Aptitude Tes (DAT), EPPS dan alat ukur lainnya.
Pemahaman kecerdasan, bakat, minat dan aspek kepribadian lainnya melalui pengukuran psikologis, memiliki arti penting bagi upaya pengembangan proses pendidikan individu yang bersangkutan sehingga pada gilirannya dapat dicapai perkembangan individu yang optimal.

Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi kalangan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

Rabu, 10 Oktober 2012

PERAN MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CHANGE, SOCIAL CONTROL, DAN IRON STOCK


PERAN MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CHANGE, SOCIAL CONTROL, DAN IRON STOCK

MAHASISWA, secara etimologis berarti siswa yang di- maha- kan, siswa yang dihomati dan dihargai di lingkungan sekitar terutama dilingkungan berbangsa bernegara. Bukan hanya itu, melainkan ada yang lebih penting lagi, mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan independen.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu bukan lagi siswa yang tugasnya hanya belajar dan diberi pelajaran, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiwa memiliki tempat dan nilai tersendiri dilingkungan masyarakat, tetapi bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Hanya saja perlu ada yang dihasilkan dari gelar seorang mahasiswa. Mahasiswa yang maju harus mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
            Mahasiswa sebagai Agent of Change artinya ialah mahasiswa sebagai agen dari perubahan. Mengapa demikian?? Karena menurut saya dari pengertian tersebut tersirat makna bahwa seorang mahasiswa itu harus memberikan suatu perubahan untuk bangsa dan negaranya ini. Contoh kecilnya saja dalam bidang pendidikan di negara ini, dari zaman dahulu hingga sekarang masih ada saja anak-anak yang tidak bisa merasakan bangku sekolahan akibat pendidikan orang tua yang rendah dan lapangan kerja yang terbatas utuk orang-orang berpendidikan rendah. Lalu apa yang dapat mahasiswa lakukan? Menurut saya banyak yang bisa dilakukan mahasiswa bila mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan. Sebagai mahasiswa kita bisa membantu masyarakat untuk meminta hak-hak mereka yang belum terpenuhi oleh pemerintah, membuat kegiatan belajar bersama anak-anak yang kurang mampu, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk melakukan perubahan. Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan besar terjadi ditangan generasi muda mulai dari zaman nabi, kolonialisme, reformasi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, mahasiswa dituntut bukan hanya agen perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik. Meskipun kenyataan didalam masyarakat kini tidak semua mahasiswa mampu berkontribusi untuk negara ini. Serta tidak sadar bahwa sebenarnya ia sangat diharapkan oleh masyarakat untuk melakukan perubahan.
            Peran mahasiwa sebagai Social Control terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang telah dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Istilahnya mahasiswa dapat menjadi penengah antara masyarakat dengan pemerintah. Bila ada keputusan-keputusan pemerintah yang kurang bisa langsung dimengerti oleh masyarakat, disitulah peran mahasiswa untuk menjadi kontrol sosial, mahasiswa dapat menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh kalangan masyarakat sehingga antara masyarakat dengan pemerintah terjadi komunikasi yang baik. Dan program baik pemerintah dapat berjalan dengan baik dan lancar. Disinilah pentingnya mahasiswa untuk mengerti akan program dan keputusan pemerintah untuk pembangunan bangsa. Namun apa yang terjadi kini? Ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang merugikan rakyat, dan saat itulah masyarakat membutuhkan pembelaan dari mahasiswa, banyak mahasiswa yang tidak sadar bahwa ia dibutuhkan oleh rakyat. Mereka berleha-leha tanpa melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Padahal pada saat itu rakyat sangat membutuhkan aspirasi dan partisipasi dari mahasiswa sebagai kaum muda. Pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar turun kejalan saja, melainkan harus lebih substansial lagi seperti diskusi, kajian dan lain sebagainya. Bukan hanya itu sifat peduli terhadap rakyat juga dapat ditunjukan ketika mahasiswa dapat memberikan bantuan baik secara moril dan materil bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Mahasiswa dapat menjadi iron stock, yaitu mahasiswa dapat diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Oleh karena itulah sebabnya mengapa dari dulu selalu ada kaderisasi untuk mahasiswa, karena generasi sebelumnya menginginkan tercipta generasi yang mampu menjadi penerus mereka. Mahasiswa yang sadar bahwa dirinya kini sudah menjadi mahasiswa dan mempunyai tanggung jawab besar untuk menjadi penerus bangsa yang harus menghasilkan sesuatu untuk bangsanya tidak akan menyianyiakan kesempatan untuk dikaderisasi. Namun kini banyak mahasiswa yang tidak memperdulikan apa itu peng-kaderan mahasiswa, mereka hanya mengikuti aturan tanpa mengerti apa maksud diadakannya suatu kegiatan pengkaderan tersebut. Dan hasilnya selesai kegiatan itu mereka tidak akan mendapatkan ilmu baru yang dapat mengembangkan pola pikirnya untuk menjadi pemimpin serta penerus bangsa.

tuliskan impian dalam tulisan nyata!!!

tidak percaya tulisan bisa membuat segalanya mungkin???
ternyata itu memang tidak mustahil,
karena sudah banyak orang-orang sukses yang memulai kesuksesannya dengan menuliskan semua impiannya dalam bentuk tulisan nyata,,

Minggu, 30 September 2012

Pengertian Dan Macam-Macam Bilangan

Pengertian Dan Macam-Macam Bilangan

A. Pengertian Bilangan


Bilangan adalah suatu ide yang bersifat abstrak yang akan memberikan keterangan mengenai banyaknya suatu kumpulan benda. Lambang bilangan biasa dinotasikan dalam bentuk tulisan sebagai angka.

B. Macam-Macam Bilangan
1. Bilangan Sail (Asli)
Bilangan Asli/Sail adalah bilangan bulat positif.
Contoh:  1,2,3,4,5,6,7,8,….
2.Bilangan Prima 
Bilangan prima adalah bilangan-bilangan  sail/asli yang hanya bisa dibagi dirinya sendiri dan satu, atau bilangan yang memiliki 2 faktor, dan angka satu bukan bilangan prima.
Contoh: 2,3,5,7,11,13,17,….
3.Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan bulat positif digabung dengan nol.
Contoh: 0,1,2,3,4,5,6,7,….
4.Bilangan Bulat 
Bilangan Bulat adalah bilangan yang terdiri dari seluruh bilangan baik negatif, nol dan positif.
Contoh: -3,-2,-1,0,1,2,3,….
5. Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai  p/q dimana p,q ϵ bulat dan q ≠ 0 atau dapat dinyatakan sebagai suatu bilangan desimal secara berulang ulang.
Contoh: -2,2/7,5,2/11,….
6. Bilangan Irasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai: p/q atau tidak dapat dinyatakan sebagai suatu decimal berulang.
Contoh: log 2, e, √7, i
7. Bilangan Riil
Conyoh: log 10, 5/8, -3, 0, 3
8.Bilangan Imajiner
Bilangan imajiner adalah bilangan i (satuan imajiner) dimana i adalah lambing bilangan baru yang bersifat i2 = -1
Contoh: i, 4i, 5i
9.Bilangan Kompleks 
Bilangan kompleks adalah bilangan yang anggota-anggotanya (a+bi) dimana a, b ϵ R, i2 = -1, dengan a bagian riil dan b bagian imajiner.
Contoh: 2-3i, 8+2

Read more: http://tipssoftwarenew.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-macam-macam-bilangan.html#ixzz280luPgfM

Senin, 10 September 2012

selalu  berbahagia setiap hari. Bangun pagi-pagi. Bangun lebih awal dan berjanjilah untuk merayakan hari ini dengan tidak menyia-nyiakannya sedetikpun. Lihat cahaya mentari yang menyingsing di ujung timur sana. Seperti itu juga semangat bersinar di dada anda.Nikmati makan. Jangan tergesa-gesa. Cobalah sekali ini gigit dan kunyah pelah-pelan makanan anda. Dari tiap kunyahannya, rasakan betapa enak rasanya. Nikmat sekali bukan?ACTION-kan niat anda. Punya niat sekian lama yang tak kunjung terlaksana? ACTION-kan sekarang! Mungkin anda hendak mengunjungi sanak saudara yang sudah lama tak bersua; atau mungkin sudah lama berniat ingin mengajak jalan-jalan keluarga, ACTION-kan sekarang.Belajar positive thinking. Kalau anda rasa terlalu banyak dibelenggu oleh pikiran negatif, mulai sekarang coba belajarlah ber-positive thinking. Perasaaan kalau anda tidak bisa atau sering bersikap menyalahkan misal, gantilah dengan sisi positif. Perbanyak isi pikiran dengan solusi, solusi dan solusi. Kuatkan dengan kata-kata motivasi.Waktu jatuh cinta. Ingat bagaimana rasanya waktu anda jatuh cinta pertama kali pada pasangan anda? Coba ingat dan rasakan kembali… anda pasti jadi senyum-senyum sendiri. Tenanglah. Kalau tiap harinya biasanya anda diburu waktu, cobalah hari ini anda rileks. Hirup napas dalam-dalam. Lakukan apa yang anda suka dengan santai, tanpa ada lagi yang dirasa mengejar-ngejar anda.Tatap wajah anak-anak anda. Meski mungkin sekarang mereka sudah gede, coba sempatkan tatap wajah mereka dalam-dalam. Ingat bagaimana waktu mereka kecil, waktu mereka cium tangan pamit berangkat sekolah, saat mereka bisa berjalan pertama kali, dan momen-momen bahagia lainnya. Pasti anda akan teramat bersyukur dapat melihat pertumbuhan anak-anak anda dari kecil sampai besar seperti sekarang ini.Berbagilah. Temui orang-orang yang tak seberuntung anda. Cobalah bicara dengan mereka. Cari tahu bagaimana kehidupan sehari-hari mereka. Serta berbagilah dengan mereka. Anda pasti akan sangat bersyukur dengan keadaan anda sekarang.Belajar hal baru. Punya waktu luang lumayan panjang? Cobalah cari kegiatan baru yang bisa menambah keahlian anda. Bukan buat gagah-gagahan atau apa, tapi sebab anda memang dianugerahi kemampuan untuk terus meningkatkan diri.Cium tangan orangtua anda. Ingat betapa besar pengorbanan orangtua anda selama ini. Sedari anda kecil sampai tumbuh dewasa seperti sekarang. Bersyukurlah memiliki orangtua yang mencurahkan segenap rasa cinta dan kasih sayangnya pada anda. Tidak ada yang memiliki cinta sebesar mereka pada anda.Temui orang yang lebih tua. Selain orangtua anda pastinya, temui juga orang-orang yang lebih tua dari anda seperti guru anda misal. Silaturahmi yang anda jalin pasti akan bermanfaat besar. Anda bisa belajar banyak dari mereka.Tertawalah. Ingat kapan terakhir kali anda tertawa? Mungkin gara-gara kesibukan anda yang luar biasa dahsyat, anda bahkan sampai tak sempat untuk tersenyum. Coba cari bacaan atau tontonan yang bisa melemaskan urat syaraf anda dan TERTAWALAH lepas. Lakukan yang anda suka. Apa hobi anda? Apa kesukaan anda? Ayo lakukan sekarang. Anda sudah lama tidak melakukannya kan?Istirahat cukup. Agar anda punya energi cukup untuk menjalani hari anda yang menyenangkan, istirahatlah yang cukup. Ketika waktu tidur tiba, bergegaslah tempat tidur.Sapa. Bersikaplah ramah. Sapa orang yang anda temui. Iringi dengan senyuman.Kenalan. Perluas lingkungan sosialiasi anda. Perbanyak  teman. Banyak teman, banyak rejeki!Senyumlah. Jangan malu-malu, senyumlah. Senyum membawa energi positif.Beri maaf. Beri maaf orang yang berbuat salah pada anda. Jangan buat hidup anda terbebani oleh dendam.Habis gelap pasti terang. Dalam hidup pasti ada hal-hal yang tak anda inginkan menghampiri kehidupan anda. Mungkin baru saja anda kehilangan pekerjaan anda, atau bisnis anda sedang suram, atau mungkin anda kehilangan orang terkasih. Belajarlah untuk menerimanya. Ini bagian dari hidup. Ikhlaskan. Selepas itu, kembali tegaklah berdiri. ACTION harus terus berlanjut!Doa. Panjatkan doa sepenuh hati. Segala macam ujian yang anda hadapi, serahkanlah pada-Nya. Tuhan tidak pernah tidur…