PERAN
MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CHANGE, SOCIAL CONTROL, DAN IRON STOCK
MAHASISWA,
secara etimologis berarti siswa yang di- maha- kan, siswa yang dihomati dan
dihargai di lingkungan sekitar terutama dilingkungan berbangsa bernegara. Bukan
hanya itu, melainkan ada yang lebih penting lagi, mahasiswa dalam menjalankan
aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan independen.
Berdasarkan berbagai
potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila
mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan
kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu bukan lagi siswa yang
tugasnya hanya belajar dan diberi pelajaran, bukan pula rakyat, bukan pula
pemerintah. Mahasiwa memiliki tempat dan nilai tersendiri dilingkungan
masyarakat, tetapi bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Hanya saja
perlu ada yang dihasilkan dari gelar seorang mahasiswa. Mahasiswa yang maju
harus mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah.
Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami
berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang
tepat untuk menyelesaikannya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya
sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi
tantangan masa depan. Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu
mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai
penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu
sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah
menjaga nilai kebenaran tersebut.
Mahasiswa sebagai Agent
of Change artinya ialah mahasiswa sebagai agen dari perubahan. Mengapa
demikian?? Karena menurut saya dari pengertian tersebut tersirat makna bahwa
seorang mahasiswa itu harus memberikan suatu perubahan untuk bangsa dan
negaranya ini. Contoh kecilnya saja dalam bidang pendidikan di negara ini, dari
zaman dahulu hingga sekarang masih ada saja anak-anak yang tidak bisa merasakan
bangku sekolahan akibat pendidikan orang tua yang rendah dan lapangan kerja
yang terbatas utuk orang-orang berpendidikan rendah. Lalu apa yang dapat
mahasiswa lakukan? Menurut saya banyak yang bisa dilakukan mahasiswa bila
mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan. Sebagai mahasiswa kita bisa
membantu masyarakat untuk meminta hak-hak mereka yang belum terpenuhi oleh
pemerintah, membuat kegiatan belajar bersama anak-anak yang kurang mampu, dan
masih banyak lagi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk melakukan perubahan.
Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan besar terjadi ditangan generasi muda
mulai dari zaman nabi, kolonialisme, reformasi, dan lain sebagainya. Maka dari
itu, mahasiswa dituntut bukan hanya agen perubahan saja, melainkan pencetus
perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik. Meskipun kenyataan
didalam masyarakat kini tidak semua mahasiswa mampu berkontribusi untuk negara
ini. Serta tidak sadar bahwa sebenarnya ia sangat diharapkan oleh masyarakat
untuk melakukan perubahan.
Peran mahasiwa sebagai Social Control terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil
dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang telah
dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial
dalam masyarakat. Istilahnya mahasiswa dapat menjadi penengah antara masyarakat
dengan pemerintah. Bila ada keputusan-keputusan pemerintah yang kurang bisa
langsung dimengerti oleh masyarakat, disitulah peran mahasiswa untuk menjadi
kontrol sosial, mahasiswa dapat menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti
oleh kalangan masyarakat sehingga antara masyarakat dengan pemerintah terjadi
komunikasi yang baik. Dan program baik pemerintah dapat berjalan dengan baik
dan lancar. Disinilah pentingnya mahasiswa untuk mengerti akan program dan
keputusan pemerintah untuk pembangunan bangsa. Namun apa yang terjadi kini?
Ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang merugikan rakyat, dan saat
itulah masyarakat membutuhkan pembelaan dari mahasiswa, banyak mahasiswa yang
tidak sadar bahwa ia dibutuhkan oleh rakyat. Mereka berleha-leha tanpa
melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Padahal pada saat itu rakyat sangat
membutuhkan aspirasi dan partisipasi dari mahasiswa sebagai kaum muda.
Pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar turun kejalan saja, melainkan harus
lebih substansial lagi seperti diskusi, kajian dan lain sebagainya. Bukan hanya
itu sifat peduli terhadap rakyat juga dapat ditunjukan ketika mahasiswa dapat
memberikan bantuan baik secara moril dan materil bagi siapa saja yang
membutuhkannya.
Mahasiswa
dapat menjadi iron stock, yaitu
mahasiswa dapat diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki
kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi
sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa
untuk masa depan. Oleh karena itulah sebabnya mengapa dari dulu selalu ada
kaderisasi untuk mahasiswa, karena generasi sebelumnya menginginkan tercipta
generasi yang mampu menjadi penerus mereka. Mahasiswa yang sadar bahwa dirinya
kini sudah menjadi mahasiswa dan mempunyai tanggung jawab besar untuk menjadi
penerus bangsa yang harus menghasilkan sesuatu untuk bangsanya tidak akan
menyianyiakan kesempatan untuk dikaderisasi. Namun kini banyak mahasiswa yang
tidak memperdulikan apa itu peng-kaderan mahasiswa, mereka hanya mengikuti
aturan tanpa mengerti apa maksud diadakannya suatu kegiatan pengkaderan
tersebut. Dan hasilnya selesai kegiatan itu mereka tidak akan mendapatkan ilmu
baru yang dapat mengembangkan pola pikirnya untuk menjadi pemimpin serta
penerus bangsa.